Visual 21E

Informasi, komunitas, permainan, dan aplikasi dalam satu tempat.

HomeKembali ke beranda Pelajar Islam IndonesiaHalaman PII KAMMIHalaman komunitas GamesTemukan koleksi permainan AplikasiKoleksi aplikasi pilihan
Tampilkan postingan dengan label KiatBerumahtangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KiatBerumahtangga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

10 Kiat Berumah Tangga ( PART 6 Terakhir )



*10 KIAT BERUMAH TANGGA (BAGIAN 06, SELESAI)*
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه
Kita lanjutkan pengajian kita.
Diantara perkara yang bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga, yaitu:
_⑺ Berusaha mengungkapkan cinta kita kepada pasangan kita._
Berusaha mengungkapkan cinta kita atau istilahnya kita "ngegombal kepada istri kita" walau terkadang ada dusta (tidak masalah) dan ini dibolehkan dalam syari'at.
Dalam hadīts:
رَخَّصَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم مِنَ الكَذِبِ في ثَلَاثٍ: في الحَرْبِ و في الإِصْلَاحِ بَيْنَ النَّاسِ و قَوْلِ الرَّجُلِ لِإِمْرَأَتِهِ
_"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memberi keringanan untuk berbohong dalam 3 perkara:_
_① Dalam peperangan,_
_② Mendamaikan dua orang yang saling sengketa,_
_③ Perkataan seorang lelaki kepada istrinya."_
(Hadits riwayat Ahmad nomor 26018)
Dalam riwayat yang lain:
وحَدِيْثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ و حَدِيْثُ المَرْأَةِ زَوْجَهَا
_"Seorang lelaki berbicara dengan istrinya atau sebaliknya seorang istri berbicara dengan suaminya dibolehkan dusta."_
(Hadits riwayat Muslim nomor 2605)
Jadi ada tiga dusta yang dibolehkan dan ini pendapat yang kuat sebagaimana dikuatkan oleh Ibnu Hajar rahimahullāh. 
Dalam perang, kita boleh berdusta.
Misalnya kita tunjukan kepada musuh kita, kita tidak ingin menyerang padahal kita yang hendak menyerang atau sebaliknya. Kita menampakan seakan-akan kita lemah ternyata kita kuat dan sangat kuat sehingga kita bisa menyerang musuh yang lenggah. Atau sebaliknya, kita lemah lalu kita tunjukan seakan-akan kita kuat supaya musuh gentar.
Ini boleh dilakukan dalam peperangan.
Diantaranya lagi, dusta seorang lelaki yang ngobrol dengan istrinya dan sebaliknya, dusta seorang istri yang ngobrol dengan suaminya. Ini kedustaan yang menimbulkan cinta kasih diantara mereka, tapi bukan semua dusta.
Kalau misal suaminya menikah lagi trus ditanya istrinya, "Mas, apakah kamu menikah lagi?" Lalu si suami mengatakan, "Tidak." Ini tidak  boleh, ini berbohong!
⇒Yang dibolehkan adalah dusta untuk menumbuhkan cinta kasih diantara pasangan.
Misalnya:
Suaminya mengatakan, "Istriku, kamu cantik sekali hari ini," ini tidak apa-apa. Istilahnya gombal-gombal yang disukai oleh wanita.
Tulislah syair cinta untuk istri, maka antum akan dapat pahala.
Allāh ingin agar suami istri terjaga kecintaan mereka, sampai Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam membolehkan bohong demi untuk menjaga mawadah antara suami dan istri.
Ini menunjukan mawadah suami istri adalah perkara yang dituntut, karena kalau kita mendapatkan kebahagiaan di rumah akan banyak sekali maslahat yang akan kita dapatkan. Anak-anak juga enak dirawat oleh ayah ibu yang bahagia. Kitapun dapat menundukan pandangan karena kita sayang kepada istri kita.
Oleh karenanya dituntut untuk menumbuhkan cinta kasih antara suami dan istri, meskipun dengan berdusta.
Di antara perkara yang lain yang bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga, yaitu:
_⑻ Merubah suasana._
Menurut ahli tarbiyyah, merubah suasana adalah perlu agar kita tidak terjebak pada satu suasana yang monoton.
Misalnya:
√ Sesekali rubah tempat tidur
√ Mengajak istri dan anak-anak jalan-jalan keluar
√ Sesekali anak-anak dititipkan kepada neneknya, lalu pergi berdua dengan istri
_⑼ Suami dan istri membicarakan nostalgia-nostalgia yang indah._
Diantara obrolan-obrolan suami istri adalah membicarakan nostalgia-nostalgia yang indah dan ini akan menumbuhkan cinta kasih.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam suatu hari berjalan bersama Aisyah dan para shahābat, Aisyah radhiyallahu anha berkata:
خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَأَنَا جَارِيَةٌ لَمْ أَحْمِلِ اللَّحْمَ وَلَمْ أَبْدُنْ فَقَالَ لِلنَّاسِ: " تَقَدَّمُوا " فَتَقَدَّمُوا، ثُمَّ قَالَ لِي: " تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ " فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ، فَسَكَتَ عَنِّي حَتَّى إِذَا حَمَلْتُ اللَّحْمَ وَبَدُنْتُ وَنَسِيتُ، خَرَجْتُ مَعَهُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، فَقَالَ لِلنَّاسِ: " تَقَدَّمُوا " فَتَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ: " تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ " فَسَابَقْتُهُ، فَسَبَقَنِي، فَجَعَلَ يَضْحَكُ، وَهُوَ يَقُولُ: " هَذِهِ بِتِلْكَ
_Aku keluar bersama nabi shallallahu alaihi wa sallam di sebagian safar beliau. Dan aku masih kecil (remaja) yang belum gemuk. Maka beliau berkata kepada para shahabat:_
_"Kalian jalan duluan."_
_Mereka (para shahabat) akhirnya pergi terlebih dahulu. Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata kepadaku:_
_"Ayo kita lomba lari."_
==>Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajak 'Āisyah lomba lari, maka lomba larilah antara 'Āisyah dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
_Maka aku berlomba dengannya dan aku yang menang. Waktu kala Nabi hanya diam-diam saja._
==>'Āisyah masih kecil masih remaja belum gemuk sehingga ketika lomba lari dengan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam kalah  karena saat itu Nabi sudah berumu.
_Sampai aku mulai gemuk dan aku lupa bahwa aku sudah mulai gemuk, aku keluar lagi bersama beliau dalam sebuah safarnya._
==>Kemudian berjalanlah waktu dan 'Āisyah menjadi gemuk, waktu 'Āisyah gemuk Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajak 'Āisyah lomba lagi. Saat itu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam juga sedang bersafar dengan para shahābat dan para shahābat diminta berjalan terlebih dahulu.
_Maka beliau berkata kepada para shahabat:_
_"Kalian jalan duluan."_

_Maka merekapun jalan duluan. Kemudian beliau berkata:_
_"Ayo kita lomba lari."_
_Maka aku lomba dengannya dan akhirnya beliau yang menang. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tertawa dan berkata:_
_"Ini untuk membayar kekalahanku yang dulu."_
(Hadits riwayat Ahmad nomor 25075)
Subhānallāh
Berarti Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ingat masa indah, lomba lari itu kenangan yang indah.
Antum sekali-kali bernostalgia dengan istri antum agar bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami dan istri.
_⑽ Apa yang kita lakukan jika terjadi keributan antara suami dengan istri._
Namanya kehidupan, rumah tangga tidak akan luput dari masalah dan ini adalah pernak pernik kehidupan.
Tatkala terjadi keributan antara kita dengan istri kita jangan kita menuduh bahwa istri kita kurang bertaqwa, atau jangan menuduh diri kita juga kurang bertaqwa.
Ingatlah bahwasanya rumah tangga terbaik yang ada adalah rumah tangga Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, juga terjadi problematika dalam rumah tangganya. Meskipun tidak banyak tetapi terjadi keributan antara Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan istri-istrinya.
Kalau itu terjadi dirumah tangga Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sementara Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah orang yang paling mulia, istri-istrinya adalah orang yang paling mulia, bagaimana lagi dengan kita? Maka Wajar bila terjadi problematika.
Yang menjadi masalah bagaimana sikap kita menghadapi problem atau masalah antara kita dengan pasangan kita?
• Yang pertama | Apabila timbul pertikaian atau permasalah yang harus diperhatikan jadikanlah diri anda termasuk dari problem.
Kalau anda menjadikan problem tersebut tertumpu pada pasangan anda, maka anda akan merendahkan dia dan berusaha menyalahkan dan tidak berusaha mencari solusi. Namun tatkala anda menjadikan saya juga termasuk problem, maka kita berusaha mencari solusi.
Kenapa?
Karena anda juga merasa bersalah.
Bisa jadi istri kita yang salah, namun akar dari kesalahan tersebut mungkin dari kita.
√ Mungkin kita kurang perhatian
√ Mungkin kita kurang dakwahi
√ Mungkin kita tidak penuhi janji kita kepadanya sehingga pasangan kita marah-marah
Sebenarnya akar masalah kembali kepada kita. Atau karena kita bermaksiat di luar sehingga dampaknya sikap istri kita kepada kita sebagaimana perkataan para salaf, "Saya mengetahui dampak dari maksiat dari  sikap istri."
Oleh karenanya tatkala timbul permasalahan antara kita dengan istri kita, jadikanlah kita bagian dari problem dan ini langkah yang tepat sehingga kita berusaha mencari solusi.
• Yang Kedua|Tatkala terjadi problem kita bahas di tempat dan waktu yang pas.
Jangan lagi ada permasalahan kemudian kita membentak-bentak istri kita di hadapan anak kita. Jangan!
Kasihan anak-anak melihat orang tuanya bertengkar.
Ikhwān, kalau anda marah sama istri, tahan. Jangan marah didepan anak-anak, kasihan anak-anak. Kenapa kita tidak bisa tahan emosi?
Seharusnya orang yang mengikuti sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam lebih utama menahan emosi (lebih sabar) bukan lebih emosional.
Sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajarkan kita untuk lebih sabar menahan emosi kita.
Oleh karenanya ketika kita marah dengan istri kita, kita lihat kondisi, jangan kita lampiaskan. Begitu marah langsung melampiaskan, ini tidak benar!
Sebagai orang yang berimān kita harus lihat kapan waktunya kita melampiaskan emosi kita, di mana dan kapan waktu yang tepat. Jangan di hadapan anak-anak!
Kita ingin mencari solusi kita bukan dendam, ingat istri kita punya jasa yang banyak sudah mengandung anak kita, sudah mengurus kita, dia punya kesalahan wajar manusia semua punya kesalahan.
Oleh karenanya kita bicarakan masalah tersebut di tempat dan waktu yang pas.
• Yang Ketiga| Waktu terjadi permasalahan kita bahas permasalahan kita satu persatu, jangan mengungkit-ungkit masalah yang lain dulu.
Saya ingatkan kepada ibu-ibu, ibu-ibu kalau sudah marah-marah dia bisa mengungkit semua masalah dan mereka memiliki hapalan yang kuat dalam urusan ini.
Kita suami terkadang binggung karena kita banyak yang dipikir, sehingga mau mikir kesalahan dia (istri) kita lupa. Tapi istri dia punya hapalan yang kuat memikirkan kesalahan suami.
Ibu-ibu, bila ada masalah dengan suami bahas satu persatu. Jadilah wanita yang berakal karena kita ingin mencari solusi. Dan jangan diungkap seluruhnya di dalam satu tempat, karena ini berarti tidak mencari solusi.
• Yang Keempat| Berusaha agar permasalahan tersebut hanya kita yang membahas jangan sampai keluar.
Sebagian ibu-ibu apabila sedang ribut dengan suaminya cerita ke teman-teman yang lain. Dia curhat tetapi kepada banyak teman. Ibu-ibu bila mau curhat, curhatlah pada satu teman wanita cari solusi yang amanah.
Jangan curhat kepada banyak teman karena ini berarti membongkar aib suaminya, ini tidak benar!
Kalau masalah di dalam rumah usahakan jangan sampai keluar jangan sampai cerita kepada teman yang tidak amanah, bahkan bila perlu orang tua jangan sampai tahu, kita selesaikan sendiri.
Ini di antara perkara yang harus kita perhatikan.
Dan terakhir saya tutup dengan perkataan Abū Darda Radhiyallāhu Ta'āla 'anhu kepada istrinya, riwayat ini sanadnya lemah tetapi sering dinukil oleh para ulamā karena maknanya yang indah.
Abu Darda Radhiyallāhu Ta'āla 'anhu pernah berkata kepada istrinya:
إذا غضبتُ فَـرَضيِّني، وإذا غضبتِ رضيتك
_"Kalau saya marah maka berusahalah meredam marah saya dan kalau kamu marah saya berusaha untuk meredam marahmu."_
Oleh karenanya bila suami sudah emosi, istri mencoba menenangkan suami, demikian juga suami yang baik bila istri sudah emosi tenangkan istrinya. Kalau tidak, tidak akan berjalan kehidupan rumah tangga.
Ini sekedar teori yang bisa kami sampaikan, yang kita perlukan adalah pengamalan dan kita perlu melatih diri kita untuk pengamalan.
Demikian kajian kita pada kesempatan kali ini, semoga Allāh mencatatnya sebagai amalan kebajikan kita di akhirat kelak.
سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
________________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah
1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia
Silakan mendaftar di :
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/
Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
www.cintasedekah.org
 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
----------------------------------------

10 Kiat Rumah Tangga ( PART 5 )


🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 18  Jumadal Akhir 1438 H / 17 Maret 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📔 Materi Tematik | 10 Kiat Berumah Tangga (Bagian 05 dari 06)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tmk-10KiatBerumahTangga-05
🌐 Sumber: https://youtu.be/HY0qr4kfSdo
-----------------------------------

*10 KIAT BERUMAH TANGGA (BAGIAN 05)* 


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Kita lanjutkan pengajian kita. 

Diantara perkara yang bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga, yaitu: 


_⑹ Perbanyak melakukan hal-hal romantis._

Ada teman saya, baru menikah akhirnya cerai, kenapa?

Karena istrinya tidak bisa romatis. Ketika suaminya pulang dari kantor istrinya hanya diam, padahal suaminya ketika pulang kantor ingin disambut istrinya. 

Kalau di Arab Saudi sebelum laki-laki dan wanita menikah ada daurah tentang rumah tangga. Diajari supaya mereka bisa hidup dengan romantis dan indah kehidupan mereka. 

Dan kita dianjurkan berbuat romantis agar suami atau istri semakin cinta. Dan ingat, meningkatkan keharmonisan rumah tangga dituntut dalam syari'at. 

Kita ambil contoh sederhana saja misalnya:

Istri kita sedang tidur dan selimutnya terbuka, maka antum ambilah selimutnya dan selimuti lagi istri antum. Kan indah seperti ini! Antum cium keningnya, antum belai-belai rambutnya, maka istri antum akan mengatakan, "Māsyā Allāh suamiku perhatian." 

Itu indah, dan antum dapat pahala. 

Antum akan keluar rumah lalu antum mencium istri antum, dapat pahala. 

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam sunan Abū Dāwūd sebelum keluar rumah kemasjid Beliau mencium istrinya. 

Apakah antum pernah melakukan? 

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mandi bareng bersama istrinya. 

'Āisyah Radhiyallāhu 'anhā mengatakan: 

كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءِ وَاحِدٍ يُبَادِرُنِي وَأُبَادِرُهُ حَتَّى يَقُولَ دَعِي لِي وَأَقُولُ أَنَا دَعْ لِي قَالَ سُوَيْدٌ يُبَادِرُنِي وَأُبَادِرُهُ فَأَقُولُ دَعْ لِي دَعْ لِي

_Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari satu bejana. Beliau mendahuluiku dan aku pun mendahului beliau, hingga beliau berkata:_

_"Tinggalkan untukku."_

_Aku juga berkata: "Tinggalkan untukku."

_Beliau mendahuluiku dan aku mendahului beliau, lalu aku katakan:_

_"Tinggalkan untukku, tinggalkan untukku."_

(Hadīts Riwayat Hadits Nasā'i Nomor 239)

Jadi, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mandi bersama 'Āisyah dan bercanda dalam mandi itu, ini sunnah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. 

Yā Akhi, antum mandi bareng lalu siram-siraman, maka seluruh dengki, kejengkelan akan gugur bersama gugurnya air-air tersebut. 

Diantara perkara yang sangat menakjubkan adalah kisah Shafiyyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā. 

Shafiyyah adalah seorang wanita Yahūdiyyah yang keluarganya diperangi oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan para shahābat. Suatu hari ayahnya meninggal dunia dibunuh oleh para shahābat atas perintah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Suaminya juga dibunuh oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam atau atas perintah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Saudaranya juga dibunuh atas perintah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Dalam hari yang sama kerabatnya meninggal semua. 

Setelah itu Syafiyyah dinikahi oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Sebagai seorang manusia wajar bila Syafiyyah dendam kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kenapa?  

Karena ayah, suami dan saudaranya dibunuh atas perintah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Akan tetapi hal tersebut (dendam) tidak ada di dada Syafiyyah, karena hati Syafiyyah telah ditawan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan sikap romantis Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, dengan akhlaq Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang mulia terhadap Shafiyyah. 

Oleh karenanya di awal pernikahan, perhatikan! 

Di awal pernikahan tatkala Shafiyyah hendak naik diatas unta, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menegakan lututnya agar pahanya diinjak Shafiyyah sehingga  Shafiyyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā bisa naik ke atas unta dan ini dilihat banyak shahābat. 

Ini luar biasa, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tawādhu' terhadap istrinya sehingga ditegakkan lututnya agar pahanya diinjak oleh istrinya supaya bisa naik ke atas unta. 

Siapa yang pernah demikian? 

Mungkin tidak seperti itu, tetapi yang mirip seperti itu. Contohnya bila antum naik mobil mau pergi sama istri misalnya, jangan supir yang membukakan pintu buat istri antum, tapi antumlah yang harus membukakan pintu untuk istri antum. 

"Sayangku, silahkan." atau "Permaisuriku, silahkan." Indahkan seperti itu. 

Setelah dia masuk baru tutup pintu, baru antum naik, istri akan merasa disayang dan istri akan merasa senang. Tunjukan bahwa anda sayang kepada istri anda. 

Seperti inilah yang membuat Shafiyyah lupa terhadap semua kejadian yang telah menimpa keluarganya, karena Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam telah menawan hatinya. 

Dalam Shahīh Bukhāri, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sedang 'itikaf dimasjid Nabawi. 

Hakekat 'itikaf memutuskan segala hubungan dengan makhluq lalu menyambung hubungan dengan Al Khāliq (Pencipta), jadi kita tujuan 'itikaf adalah untuk beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sampai-sampai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam membuat semacam kemah-kemahan agar dia bisa konsentrasi beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Tatkala malam hari Shafiyyah datang mengunjungi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam di masjid Nabawi, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ngobrol bersama Shafiyyah, bisa kita katakan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memutuskan ibadah Beliau demi mengobrol  dengan istrinya (Shafiyyah) karena beliau ingin menawan hati istrinya. 

Waktu istrinya mau pulang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam keluar dari masjid dan mengantar pulang istrinya dan ini dijadikan dalīl oleh para ulamā bahwasanya orang yang sedang 'itikaf boleh keluar dari masjid kalau darurat. 

Waktu itu malam hari, sementara siapa yang mengantar Shafiyyah kalau bukan suaminya (Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam). 

Setelah mengantar Shafiyyah, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam kembali lagi ke masjid Nabawi. 

Seseorang bila sedang 'itikaf boleh dia keluar, misalnya panitia tidak menyediakan makanan, maka dia boleh keluar sekedar membeli makanan, lalu kembali lagi ke masjid. 

Perhatikan, bagaimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam meskipun sedang 'itikaf, ngobrol bersama Shafiyyah. Bahkan mengantar Shafiyyah pulang ke rumahnya. Inilah yang menawan hati Shafiyyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā. 

Oleh karenanya istri senang kalau kita romantis. 

Lihat, 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā, tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: 

 "Wahai, 'Āisyah apakah engkau tidak ingin melihat orang-orang Habasyah bermain-main di masjid?"

Kata 'Āisyah: "Iya, saya ingin melihat."

Maka 'Āisyahpun melihat orang-orang Habasyah, mereka bermain perang-perangan di masjid Nabawi. 

Waktu itu 'Āisyah melihatnya melalui jendela di dalam rumah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Kemudian 'Āisyah meletakan dagunya di pundak Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan menempelkan pipinya dengan pipi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Cukup wahai 'Āisyah, sudah lama engkau menonton orang-orang Habasyah." 

Kata 'Āisyah, "Belum, yā Rasūlullāh." 

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam membiarkan 'Āisyah menonton kemudian tidak lama Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan, "Sudah cukup, wahai 'Āisyah."

Kata 'Āisyah, "Belum, yā Rasūlullāh."

Sampai tiga kali Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakannya. Kemudian 'Āisyah mengatakan:

"Saya tidak menonton orang-orang tersebut bermain di masjid Nabawi tapi agar mereka tahu bagaimana kedudukan saya di sisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam."

Jadi 'Āisyah sedang pamer sedang dekat dengan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, dan ini wajar sifat perempuan. 

Maka kita harus pengertian dalam hal ini kita berusaha romantis kepada istri kita dan ini butuh belajar. 

Diantara perkara yang menunjukan keromantisan juga jangan lupa kalau istri kita berbuat baik jangan lupa kita mengucapkan, "Syukran yā Habibatiy." 

Intinya, antum mengucapkan terima kasih. 

Latih diri. Setiap istri atau suami melakukan kebaikan katakan terima kasih kepadanya, ini berlaku untuk semuanya bila mereka berbuat baik perlu penghargaan. 

Saya ingatkan kepada para wanita juga, lelaki itu ingin dihormati, 

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ

_"Lelaki adalah pemimpin keluarga."_

(QS An Nisā': 34)

Lelaki ingin istri menunjukkan ketundukan kepada suaminya. Sampai di antara perkara  yang disukai oleh sebagian suami meskipun dia sedang bersafar, bila istrinya akan keluar rumah dia memberi tahu suaminya (izin kepada suaminya) dan ini merupakan penghargaan kepada suami dan menambah cinta suami kepada istri. 

Tatkala suami tahu istrinya menghargainya maka dia semakin cinta kepada istrinya. 


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك 

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
________________________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh 
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia

Silakan mendaftar di : 
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
----------------------------------------

10 Kiat Rumah Tangga ( PART 04 )


🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 17  Jumadal Akhir 1438 H / 16 Maret 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📔 Materi Tematik | 10 Kiat Berumah Tangga (Bagian 04)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tmk-10KiatBerumahTangga-04
🌐 Sumber: https://youtu.be/3GwSNVkPSnc
-----------------------------------

*10 KIAT BERUMAH TANGGA (BAGIAN 04)* 


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه 



Kita lanjutkan pengajian kita. 

Diantara perkara yang bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga 


_⑶ Biasakan mengalah dalam urusan rumah tangga._

Apabila sudah terjadi perdebatan, seorang suami mengalah sama istrinya. Istripun demikian berusaha mengalah terhadap suaminya. Jangan ikuti ego. 

Kita ingat hadīts Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, terkadang kita benar tapi ada baiknya kita mengalah demi keharmonisan rumah tangga. 

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: 

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا 

_"Aku menjamin istana di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia di atas kebenaran."_

(Hadīts Riwayat Abū Dāwūd nomor 4800)

Misalnya: 

Seseorang dengan temannya sedang santai berbicara tiba-tiba berdebat dalam satu permasalahan, dia yakin benar tetapi kalau dia teruskan akan terjadi keributan akhirnya tidak lagi berteman. 

Bila dia yakin benar dan mengalah, Allāh akan berikan pahala bahkan dijamin surga oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 

Bila dengn teman bisa mengalah apalagi dengan istri atau sebaliknya. Bila istri atau suami sedang berdebat baiknya kita mengalah. 

Dan saya ingatkan kepada para suami, *kita mengalah kepada istri dalam urusan-urusan di dalam rumah*. 

Misalnya: 

Suami istri ingin beli sofa atau kursi. Ketika istri mengatakan ingin beli warna unggu lebih baik kita mengalah, padahal kita (suami) suka warna hitam misalnya. Lebih baik suami mengalah. 

Kenapa? 

Karena yang paling menikmati dalam rumah adalah istri karena istri lebih banyak di rumah. Istrilah yang nanti membersihkan rumah dan suami sering banyak di luar rumah.

Untuk urusan di dalam rumah lebih baik suami mengalah. 

Demikian juga istri, bila sudah masalah di luar misalnya suami mengatakan, "Saya ingin punya rumah di sana" maka lebih baik istri mengalah karena ini keputusan suami. 

Jadi jangan bersikeras, bila sudah jadi perdebatan maka hendaknya saling mengalah diantara suami dan istri. Dan ingatkah sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

"Aku menjamin istana di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia di atas kebenaran."


_⑷ Saling memberi hadiah._ 

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: 

تَهَادُوا تَحَابُّوا 

_"Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencintai."_

(Hadīts Riwayat Bukhāri dalam Al Adabul Mufrad nomor 594)

Kalau kita ingin istri lebih sayang kepada kita, belikan hadiah, jangan pelit sama istri. Istri adalah orang di antara orang yang paling utama kita perlakukan dengan baik setelah orang tua kita. 

Oleh karenanya belikan hadiah buat istri. Kalau dapat rejeki belikan istri anda hadiah. 

Istripun berusaha memberikan hadiah buat suaminya. Kalau suaminya memberi uang jajan misalnya dia simpan sebagian, dia gunakan untuk membelikan hadiah buat suami. 


_⑸ Hendaknya mudah memaafkan pasangan._

Kalau pasangan kita salah, kita maafkan. Kalau istri atau suami kita salah kita maafkan dan beri udzur pasangan kita. Jangan suka emosi dengan pasangan. 

Oleh karenanya di antara ciri wanita penghuni surga kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: 

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ : الوَدُوْدُ، الوَلُوْدُ، العَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا, الَتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَت حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا ثُمَّ تَقُوْلُ : لَا أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

_Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang istri-istri kalian yang menghuni surga?_

_Yaitu yang berusaha meraih kecintaan suami (penyayang), yang subur (mudah beranak banyak), serta yang senantiasa kembali kepada suaminya, yaitu jika suaminya marah maka diapun segera datang kepada suaminya dan meletakkan tangannya di tangan suaminya dan berkata:_

_"Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sampai engkau maafkan aku (ridha kepadaku)."_

(HR An Nasāi dalam As Sunan Al Kubra 5/361, Ath Thabrāni dalam Al Awshath 6/11, dishahihkan oleh Syaikh Al Albāni karena syawahidnya (Ash Shahīhah 1/578 no 287), dari shahābat Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallāhu 'anhu) 

AL WADŪD adalah seorang wanita yang berusaha meraih kecintaan suaminya. 

Dia berusaha dengan sifat dan akhlaqnya yang mulia; dengan ramah dan tutur kata yang indah, berusaha berpenampilan yang menarik agar meraih kecintaan suaminya. 

AL WALŪD adalah wnita yang subur yang memberikan keturunan kepada suaminya. 

AL AŪD 'ALA ZAWJIHĀ adalah seorang wanita yang senantiasa kembali kepada suaminya.

Ini ciri wanita penghuni surga, bila dia salah dia datang kepada suaminya lantas mengambil tangannya kemudian dia mengatakan, "Wahai suamiku, saya tidak bisa tidur sampai engkau memaafkan saya." 

Jadi saya katakan, kalau seorang wanita salah segera meminta maaf, jangan tunda-tunda meminta maaf kepada suaminya. 

Yang jadi masalah, wanita ini memiliki sifat egois tidak mau minta maaf, meskipun salah dia ingin suaminya minta maaf. 

Apa salahnya dia minta maaf? Padahal suami itu sangat mudah untuk memaafkan, apabila istri minta maaf. Karena dia (suami) tahu istrinya mengakui kesalahan dan dia punya hati yang sangat lembut untuk memaafkan istrinya. 

Istri itu memiliki ego yang tinggi oleh karenanya suami harus paham tentang sifat wanita, istri maunya kita mengalah. 

Suamipun demikian, suami kalau salah segera meminta maaf kepada istri, jangan ragu meskipun istri kita tidak peduli (cuek), segera kita minta maaf. 

Saya ingatkan lagi kepada para lelaki maupun wanita, ada model orang yang mereka susah untuk mengatakan, "Saya minta maaf," kenapa? Karena ego. 

Tetapi kalau kita tahu type istri atau suami kita sulit minta maaf maka jangan tunggu dia minta maaf dengan lisannya. Jangan! 

Tidak akan berjalan kalau seperti ini caranya, kenapa ? 

Karena dia tidak pandai untuk meminta maaf. Yang penting kita lihat sikap dia sudah berubah maka artinya dia sudah meminta maaf. 

Contoh: 

Seorang suami bersalah kepada istinya (istrinya marah). Suami ini tahu kalau dia salah dan dia merupakan type orang yang sulit untuk meminta maaf. 

Kemudian suami ini menelepon istrinya dan mengajak makan malam diluar, ini berarti suaminya meminta maaf tetapi meminta maafnya dengan cara mengajak makan malam keluar. 

Jangan tunggu suami mengatakan, "Maafkan saya," karena tidak semua lelaki bisa mengatakan demikian. 

Demikian juga wanita, apalagi yang susah untuk meminta maaf? Apabila istri kita salah dan dia tahu kesalahannya, kemudian marah hingga berhari-hari dan tiba-tiba dia mendekati kita berarti dia meminta maaf tetapi dia tidak bisa mengucapkannya, karena ego ada dalam dirinya. 

Karena tidak semua orang pandai untuk mengungkapkan (mengucapkan), "Saya minta maaf."

Suami atau istri yang baik mudah untuk memaafkan pasangannya. 

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك 

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
___________________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh 
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia

Silakan mendaftar di : 
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
----------------------------------------

10 Kiat Rumah Tangga (PART 3)

 BimbinganIslam.com
Rabu, 16  Jumadal Akhir 1438 H / 15 Maret 2017 M
 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Materi Tematik | 10 Kiat Berumah Tangga (Bagian 03)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tmk-10KiatBerumahTangga-03
 Sumber: https://youtu.be/3GwSNVkPSnc
-----------------------------------
*10 KIAT BERUMAH TANGGA (BAGIAN 03)*
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه
Kita lanjutkan pengajian kita. Saya ingin menyebutkan 10 kiat-kiat yang mudah-mudahan jika kita kerjakan bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami dan istri.
10 Kiat-kiat itu diantaranya:
_⑴ Menjadikan kebahagiaan keluarga prioritas utama._
Jangan kita menjadikan kebahagiaan di rumah merupakan perkara sekunder atau yang kedua, tidak.
Kita harus menciptakan kebahagiaan di rumah.
Kita harus menciptakan bahwasanya rumahku adalah surgaku.
Kalau kita berada diluar rumah kita rindu ingin pulang ke rumah, ingin ketemu istri, ingin ketemu anak-anak,  harus ada suasana demikian.
Karena sebagian orang mencari kebahagiaan di luar, dia tidak mencari kebahagiaan di rumahnya.
Kenapa?
Karena kebahagiaan di rumah bukan prioritas baginya.
Sehingga, kalau dia berada di rumahnya, dia tidak merasa betah, ingin keluar, ingin bertemu teman-temannya.
Kenapa?
Karena dia menemukan kebahagiaan bersama teman-temannya. Di rumah dia tidak menemukan kebahagiaan.
Salah cara berpikir orang seperti ini.
Seharusnya seseorang menciptakan surga di rumahnya sehingga ketika dia keluar rumah (bekerja, bertemu teman-temannya) maka dia ingin segera kembali ke rumahnya.
Kenapa?
Karena ada surga yang dia rindukan di rumahnya.
Yang jadi masalah, banyak orang menjadikan kebahagiaan di rumah bukan perkara yang utama (prioritas).
Buktinya apa?
Buktinya, bila temennya mengajak keluar rumah sementara dia punya janji sama istrinya, makan malam misalnya, dia ikut temannya.
Berarti istrinya tidak utama, keluarganya tidak utama, dan ini bukan sifat seorang mukmin.
Bukankah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
_"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku."_
(Hadīts Riwayat At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Mājah no: 1977 dari shahābat Ibnu ‘Abbas)
Seseorang bila ingin tahu yang dia terbaik disisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla  atau tidak, lihat bagaimana dia dengan istrinya.
√ Apakah istrinya dan anaknya prioritas?
√ Apakah dia ingin menciptakan kebahagiaan di rumahnya atau tidak?
Kalau dia tidak menjadikan kebahagiaan di rumahnya sebagai prioritas maka:
√ Bagaimana dia mencari kebahagiaan di rumahnya?
√ Bagaimana dia rindu ingin pulang ke rumah bila setiap hari dia ingin keluar dari rumahnya?
Dan sering wanita sedih, karena suaminya bila bersamanya kurang senyum, akan tetapi bila bersama teman-temannya dia (suaminya) murah senyum.
Coba bayangkan seorang suami pegang HP lalu dia tertawa-tertawa di whatsapp, dia tidak minat untuk ngobrol bersama istrinya.
Kadang ada suami seperti itu, kenapa?
Karena dia yang menciptakan kondisi seperti itu.
√ Dia tidak menjadikan istrinya sebagai teman ngobrol.
√ Dia tidak menjadikan istrinya sebagai tempat curhat.
Seharusnya dia jadikan istrinya sebagai tempat curhat, tempat ngobrol. Bukan ketika istrinya mengajak berbicara dia tidak peduli. Dan ini banyak terjadi.
Lalu bagaimana anda mau bahagia dirumah?
Lalu bagaimana anda bisa menjaga mawaddah dan rahmah?
Cinta kasih telah Allāh Subhānahu wa Ta'āla anugerahkan kepada anda di rumah, sementara istri dan anak-anak tidak anda perhatikan.
Maka saya katakan sekarang, kita rubah cara berpikir kita, bahwasanya lelaki terbaik di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla  adalah yang terbaik bagi istrinya.
Kalau anda merasa senyum kepada teman itu berpahala dan itu sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
_"Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah."_
(Hadīts Riwayat At Tirmidzi nomor 1956, Ibnu Hibban nomor  474 dan 529)
Maka, senyum kepada istri lebih utama untuk anda berbuat baik.
Kaidahnya, bahwasanya orang yang terdekat kepada kita yang punya jasa kepada kita mereka adalah yang lebih utama untuk kita perlakukan dengan baik.
Kenapa?
Karena istri sudah berjasa, istri yang mengandung dan mengurus anak-anak kita, istri yang memperhatikan tempat tidur kita, semua dia lakukan.
Oleh karenanya kalau anda berpikir, "Saya senyum kepada teman berpahala," maka senyum kepada istri lebih utama.
Kalau anda merasa bercanda dengan teman dalam rangka meningkatkan hubungan berpahala, maka dengan istri lebih utama.
_⑵ Jangan hanya mengingat kesalahan istri._
Wanita itu seperti rembulan, ada kebaikannya dan ada kekurangannya.
Rembulanpun demikian, tatkala rembulan bersinar tidak semua bagiannya memancarkan sinar (cahaya), ada bagian hitam pada rembulan tersebut yang tidak memancarkan cahaya.
Demikian pula istri, tidak sempurna, pasti ada kekurangannya. Dan ini sudah diingatkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam Shahīh Muslim.
Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
_"Janganlah seorang lelaki mukmin membenci seorang wanita mukminah. Jika dia membenci salah satu perangainya, maka dia akan ridha dengan perangainya yang lain."_
(Hadīts Riwayat Muslim nomor 1469)
Perhatikan hadīts ini!
Para ulamā menjelaskan, maksudnya berbicara tentang suami dan istri.
Tetapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak mengungkapkan dengan bahasa, "Jangan seorang suami benci kepada istrinya," tetapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menggunakan ibarat, "Jangan seorang lelaki mukmin membenci kepada wanita mukminah."
Kenapa?
Karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ingin mengingatkan bahwasanya yang melakukan hal ini seorang mukmin.
Orang mukmin harus mengingat kebaikan istrinya.
Sehingga Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menggunakan ibarat mukmin:
"Janganlah suami yang mukmin benci kepada istrinya yang mukminah, jika dia melihat perangai buruk dari istrinya maka ingatlah perangai-perangai yang baik dari istrinya, sehingga dia tidak membenci istrinya."
Istri kita memiliki kekurangan, tapi jangan kita melihat kekurangan tersebut. Ingat kebaikan-kebaikan yang banyak dari istri kita.
Ini juga merupakan dalīl bahwasanya wanitapun demikian, seorang wanita jangan melupakan kebaikan-kebaikan suaminya, yang dia ingat hanya kesalahan-kesalahan suaminya. Ini sifat dasar wanita.
Dan ini sudah diingatkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, wanitalah yang sering demikian, sering melupakan kebaikan-kebaikan suaminya.
Sebagaimana dalam hadīts tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam khutbah 'Ied kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam maju mengkhususkan khutbah kepada para wanita.
Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنَّكُنَّ أَكْثَرُ أَهْلِ النَّارِ " . فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ وَلِمَ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ " لِكَثْرَةِ لَعْنِكُنَّ " . يَعْنِي وَكُفْرَكُنَّ الْعَشِيرَ .
_"Wahai para wanita bersedekahlah, sesungguhnya kalian adalah penghuni neraka Jahannam yang paling banyak."_
_Ada seorang wanita berdiri, lalu bertanya:_
_"Kenapa demikian, wahai Rasūlullāh?"_
_Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:_
_"Karena kalian suka mengumpat dan ingkar terhadap kebaikan (suami)."_
(Hadīts Riwayat Tirmidzi nomor 2613)
Ini yang menyebabkan para wanita banyak di neraka Jahannam.
Oleh karenanya, dalam hadīts yang lain Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
أُرِيْتُ النَّارَ، فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ، وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئاً، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ.
_Kalau seandainya salah seorang dari kalian, wahai suami berbuat baik kepada istrinya sepanjang umurnya, kemudian suatu saat istrinya melihat keburukan satu saja dari suaminya, maka dia mengatakan:_
_"Aku tidak melihat kebaikan darimu sama sekali."_
(Hadīts Riwayat Bukhāri nomor 29,1052,5197)
Dan ini ucapan yang sering diucapkan oleh istri, maka dari itu hati-hati para wanita.
Ini adalah ucapan-ucapan yang mengingkari kebaikan suami.
Contoh:
Suami melakukan kesalahan, dan pasti seorang suami melakukan kesalahan, tiba-tiba istrinya marah dan mengatakan: 
"Wahai suamiku, engkau tidak pernah mencintaiku selama ini."
Istri terkadang lupa karena dia emosi dia mengatakan demikian.
Maka dari itu hati-hati dengan perkataan demikian.
Boleh kita marah selama wajar dan jangan sampai mengucapkan ungkapan-ungkapan yang mengingkari kebaikan suami kita selama ini.
Inilah salah satu ungkapan-ungkapan yang menjerumuskan kita kedalam neraka Jahannam.
Yang kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Kalian paling banyak masuk neraka Jahannam karena kalian suka mengingkari kebaikan suami."
Lelaki juga jangan seperti wanita, yang dilihat hanya kesalahan istrinya. Dia lupa dengan kebaikan-kebaikan istrinya.
Istrinya sudah berjuang, istrinya telah diambil dari rumah ibunya. Terkadang seorang wanita tinggal bersama ibunya, ada pembantu dirumah ibunya. Hidup dengan tentram (manja). Kemudian dia nikahi, diambil istrinya dibawa kerumah disuruh ngurus dia (mengerjakan pekerjaan rumah).
Seorang lelaki harus ingat kebaikan istrinya dan ini adalah sifat seorang mukmin.
Jika anda ingin tahu, anda seorang suami mukmin atau tidak?
Lihat hal ini:
Kalau istri anda melakukan kesalahan lantas anda lupa dengan kebaikan-kebaikannya, maka anda lupa bahwa anda seorang mukmin, karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
لَا يفْرَكْ مُؤمِنٌ مُؤْمِنَةً
_"Seorang suami berimān, tidak boleh membenci istrinya yang berimān."_
(Hadīts Riwayat Muslim II/1091 nomor 469)
Kalau dia melihat istrinya memiliki perangai yang buruk dia akan mengingat perangai yang baik dari istrinya.
سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
____________________________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah
1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia
Silakan mendaftar di :
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/
Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
www.cintasedekah.org
 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
----------------------------------------

10 Kiat Rumah Tangga (PART 2)


🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 15  Jumadal Akhir 1438 H / 14 Maret 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📔 Materi Tematik | 10 Kiat Berumah Tangga (Bagian 02)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tmk-10KiatBerumahTangga-02
🌐 Sumber: https://youtu.be/3GwSNVkPSnc
-----------------------------------

*10 KIAT BERUMAH TANGGA (BAGIAN 02)* 


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه 


Kita lanjutkan pengajian kita. Sekarang kita ingin melihat apa sih pintu-pintu kebaikan yang bisa kita dapatkan dari pernikahan? 

Para ulamā menyebutkan diantara maqāshidu al zawāj (tujuan dari pernikahan) seseorang (laki-laki dan wanita) menikah yang paling utama, diantaranya 3 perkara: 

- Menundukkan pandangan.
- Mendapatkan anak yang shālihah.
- Menciptakan mawadah dan warahmah.


• Dalīl menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. 

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: 

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

_"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk menikah maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan."_

(Hadīts Riwayat Ahmad I/424, Bukhāri nomor 1905, Muslim nomor 1400, Tirmidzi nomor 1081)


• Dalīl untuk mendapatkan anak yang shālih, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: 

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

_"Apabila manusia (anak Ādam) meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at dan anak shālih yang mendo'akannya."_

(Hadits Riwayat Muslim nomor 1631) 


• Dalīl untuk menciptakan mawadah dan warahmah. 

Firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla: 

خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

_"Allāh menciptakan istri-istri bagi kalian dari jenismu sendiri, agar kalian merasa tentram dan tenang. Dan Allāh menciptakan cinta dan kasih sayang diantara kalian (suami istri), sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."_

(QS Ar Rum: 21)


Para ulamā menyebutkan, kalau kita tahu Maqashidu al zawaj (tujuan dari pernikahan) adalah untuk mencapai 3 perkara ini, maka seluruh usaha (kegiatan) yang kita lakukan yang mengantarkan kepada tiga perkara ini semuanya bernilai ibadah, berdasarkan kaedah dalam kaedah fiqhiyah: 

*"Ma'rufah al umūr bi maqāshidihā."*

 _Perkara itu tergantung tujuannya_. 

Dan dalam kaedah disebutkan: 

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب 

_"Suatu perkara wajib yang tidak bisa dikerjakan kecuali dengan perkara yang lain, maka perkara yang lain itu hukumnya wajib."_

Contoh: 

Laki-laki di hari Jum'at wajib untuk shalāt Jum'at (hukumnya wajib), maka dia berjalan keluar dari rumahnya menuju masjid wajib karena dia tidak mungkin shalāt Jum'at di rumahnya. 

Maka langkah kakinya atau dia naik kendaraan dari rumah menuju masjid maka hukumnya wajib. 

Kenapa? 

Karena dia tidak mungkin shalāt Jum'at kecuali dia keluar dari rumahnya. 

⇒Maka keluarnya dia dari rumahnya hukumnya juga wajib. 

Kaedah berikutnya: 

ما لا يتم المستب  إلا به فهو مستب

_"Sesuatu perkara yang mustahab tidak mungkin dilaksanakan kecuali dengan perkara yang lain, maka perkara yang lain itu hukumnya mustahab."_

Contoh: 

Pakai parfum hukumnya mustahab, kita tidak bisa pakai parfum kecuali kita beli parfum, maka beli parfum hukumnya mustahab. 

Kenapa? 

Karena menggunakan parfum hukumnya mustahab. 

Segala perkara yang mengantarkan kita untuk melakukan yang wajib atau yang sunnah maka hukumnya sama dengan tujuannya, sehingga dapat pahala. 

Maka saya katakan tadi, segala perkara yang kita lakukan untuk mewujudkan salah satu dari tiga tujuan pernikahan, maka kita akan dapat pahala. 


◆ Contoh menundukkan pandangan dan kemaluan: 

Diantara tujuan pernikahan adalah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. 

Apabila seorang istri merias tubuhnya kemudian dia berolah raga, dia tidak ingin tubuhnya melar (gemuk) misalnya, tujuannya agar suaminya tetap terjaga, agar suaminya menundukkan pandangannya. Maka setiap usaha yang istri itu lakukan dapat pahala. 

Ketika dia pulang olah raga dia merapihkan tempat tidurnya dia tidak ingin kamarnya kotor, dia lakukan semua agar suaminya menundukkan pandangannya agar suaminya tentram bersama dia, maka seluruh usaha yang dia lakukan berpahala. 

Seorang istri menggunakan parfum untuk suaminya berpahala. 

Kenapa? 

Dalam rangka untuk menundukkan pandangan suaminya. 


 ◆ Contoh agar mendapat anak yang shālih: 

Seorang ayah bekerja, uangnya dia keluarkan untuk memondokan anaknya atau dia memanggil guru privat untuk mengajarkan agama kepada anaknya. Uang yang dia infāqkan tersebut telah dia infāqkan pada tempatnya dan semuanya berpahala. 

Kenapa? 

Karena tujuan dia agar memiliki anak yang shālih. 

Dan memiliki anak yang shālih merupakan perkara yang dituntut karena apabila orangtua meninggal dunia anak yang shālih yang akan mendo'akan orangtuanya. 

Maka segala perkara yang kita lakukan, misalnya, mengajak anak kita ke masjid, atau kita sabar membangunkan anak kita di waktu subuh sehingga mungkin kita tidak sempat baca Al Qur'ān, bahkan tidak sempat shalāt witir karena membangunkan anak untuk shalāt (kita sabar). 

Semuanya dapat pahala karena tujuan kita untuk menciptakan anak shālih. Seluruh usaha yang kita lakukan akan mendapatkan pahala. 


◆ Contoh Menciptakan mawadah dan rahmah

Secara sederhana kita katakan seluruh perkara yang kita lakukan dan kita usahakan untuk mempertahankan mawadah dan rahmah antara suami dan istri maka semuanya berpahala. 

Karena mawadah dan rahmah adalah karunia dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Bahkan Allāh mengatakan mawadah dan rahmah, cinta kasih antara suami dan istri didalam surat Ar Rum ayat 21: 

 إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

_"Sungguh pada perkara tersebut ada tanda-tanda kebesaran Allāh Subhānahu wa Ta'āla bagi kaum yang berpikir."_

Ini adalah karunia yang harus kita jaga. 


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك 

والسلم عليكم ورحمة الله وبركاته 

__________ 

  ◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh 
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia

Silakan mendaftar di : 
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q

10 Kiat Rumah Tangga (PART 1)


🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 14 Jumadal Akhir 1438 H / 13 Maret 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📔 Materi Tematik | 10 Kiat Berumah Tangga (Bagian 01)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tmk-10KiatBerumahTangga-01
🌐 Sumber: https://youtu.be/3GwSNVkPSnc
-----------------------------------

*10 KIAT BERUMAH TANGGA ( BAGIAN 01)*



بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ 
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن أحسن الكلام كلام الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار 


Alhamdulillāh puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla  yang terus memberikan kita karunia yang tiada henti-hentinya, nikmat yang tiada terhingga, yang kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla: 

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

_"Jika kalian menghitung-hitung nikmat Allāh maka kalian tidak akan mampu untuk menghitungnya."_

(QS An Nahl: 18)

 إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

_"Akan tetapi manusia itu sering berbuat zhālim dan sering berbuat ingkar kepada nikmat-nikmat Allāh Subhānahu wa Ta'āla."_

(QS Ibrāhīm: 34)

Saya ingatkan, di antara bentuk pengingkaran terhadap nikmat-nikmat Allāh adalah suka berkeluh kesah. 

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla: 

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

_"Sesungguhnya manusia itu suka berkeluh kesah kepada Rabb-Nya."_

(QS Al 'Ādhiyāt: 6)

Al Hasan Al Bashri  mengatakan: 

يذكر المصاءب وينسى نعم

_"Dia senantiasa menyebut-nyebut musibah-musibah (kesusahan-kesusahan) yang menimpanya dan dia melupakan nikmat-nikmat yang Allāh berikan kepada dia."_

Padahal nikmat yang Allāh berikan kepada dia terlalu banyak, sementara yang dia ingat hanyalah musibah-musibah yang menimpanya. 

Oleh karenanya, kita mohon kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, semoga kita termasuk hamba-hamba Allāh yang pandai bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, juga kepada keluarganya dan juga kepada seluruh shahābat beliau tanpa kecuali. 

Topik yang akan kita bahas adalah tentang 10 kiat-kiat yang hendaknya dilakukan (diperhatikan) untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga. 

Tidak diragukan bahwasanya ibadah tidak terbatas hanya para shalāt, puasa, zakāt , sedekah, baca Al Qur'an dan yang lainya. 

Bahkan di antara bentuk ibadah yang Allāh anjurkan yaitu bermuamalah yang baik, diantaranya bermuamalah dalam rumah tangga. 

Pernikahan merupakan ibadah yang sangat mulia. Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla  menyebutkan di antara karunia yang Allāh berikan kepada para Rasūl yaitu Allāh menjadikan mereka menikah. 

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّة

_"Sungguh kami telah mengutus para Rasūl sebelum engkau, wahai Muhammad. Dan kami jadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan."_

(QS. Ar Rad: 38)

Berarti di antara nikmat yang Allāh sebut-sebut, Allāh berikan kepada para Rasūl yaitu Allāh menjadikan mereka berkeluarga. 

⇒Ini menunjukan bahwasanya keluarga adalah merupakan kenikmatan. 

Diantaranya dalam firman Allāh dalam Al Qurān: 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

_"Diantara tanda-tanda kekuasaan Allāh adalah Allāh menjadikan bagi kalian istri-istri agar kalian condong dan tenang (tentram) bersama istri-istri kalian. Dan Allāh menjadikan diantara pasangan suami istri mawaddah (cinta) warahmah (kasih sayang). Sugguh pada pernikahan (adanya kasih sayang antara suami istri) adalah termasuk tanda-tanda keagungan Allāh Subhānahu wa Ta'āla  bagi orang yang merenungkan (bagi orang yang mau berfikir)."_

(QS. Ar Rum: 21)

Allāh buka ayat ini dengan mengatakan: 

وَمِنْ آيَاتِهِ 

_"Diantara tanda-tanda kekuasaan Allāh."_

Sebagian ulamā menafsirkan: Diantara tanda-tanda rububiyyah Allāh, diantaranya tanda-tanda uluhiyyah Allāh, intinya diantara tanda-tanda kekuasaan Allāh.

Disini Allāh ingatkan akan nikmatnya berkeluarga, kasih sayang ada diantara suami dan istri itu adalah diantara tanda-tanda kebesaran Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Oleh karenanya Allāh menamakan akad nikah dalam Al Qurān dengan perjanjian yang berat. 

Kata Allāh: 

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

_"Dan istri-istri kalian telah mengambil dari kalian perjanjian yang berat."_

(QS An Nisā: 21)

Akad nikah itu adalah perjanjian yang berat, amanah yang kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Kenapa? 

Karena Allāh telah berikan karunia pernikahan bagi kita. 

Kalau pernikahan bukanlah ibadah maka buat apa Nabi Mūsā 'alayhissalām bekerja keras 8 tahun? Bahkan 10 tahun sebagai penggembala kambing, pengurus sawah dan ladang dalam rangka untuk membayar maharnya. 

Sebagaimana Allāh sebutkan tatkala calon mertuanya berkata: 

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ

_"Wahai Mūsā, aku ingin menikahkan engkau dengan salah satu dari dua putriku, dengan syarat engkau bekerja denganku selama 8 tahun kalau engkau bekerja 10 tahun maka terserah engkau."_

(QS Al Qashash: 27)

Kata para ulamā, Nabi Mūsā diberi pilihan 8 atau 10 tahun dan dia memilih 10 tahun bekerja sebagai pengembala kambing, sebagai pengurus sawah dan ladang dalam rangka untuk membayar maharnya. 

Seandainya pernikahan bukanlah perkara yang sakral maka untuk apa Nabi Mūsā 'alayhissalām (Nabi yang mulia) rela bekerja 10 tahun dalam rangka untuk membayar mahar?

⇒Ini menunjukan pernikahan merupakan ibadah yang mulia. 

Jumhūr ulamā berpendapat kalau seandainya ada 2 orang, Si A dan Si B. 

Contoh si A: 

Si A tidak mau menikah dalam rangka untuk beribadah kepada Allāh, karena dia tahu kalau saya menikah maka tentunya: 

√ Bacaan Qur'ānnya berkurang, 
√ Shalāt malam berkurang, 
√ Sedekah saya berkurang karena harus infāq keluarga dan yang lainnya, 
√ Puasa juga berkurang. 

Intinya banyak ibadah berkurang dan ini kenyataaan. 

Akhirnya dia berkesimpulan, "Saya tidak mau menikah." 

Kenapa? 

Karena menikah menganggu ibadah saya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Kemudian Si B: 

Si B, dia menikah dan dia tahu konsekwensi dari pernikahan tersebut, yaitu: 

√ Bacaan Qur'ānnya berkurang, 
√ Shalāt malamnya berkurang (dia tetap Shalāt malam tapi berkurang), 
√ Sedekahnya diluar juga berkurang, 
√ Puasa sunnahnyapun menjadikan berkurang. 

Lalu mana yang lebih afdāl? Si A atau Si B? 

Jumhūr ulamā berpendapat, yang afdāl adalah Si B, meskipun ibadah-ibadahnya berkurang. 

Kenapa? 

Karena dengan menikah dia sudah ibadah, dia mengurus istrinya sudah ibadah, dia berhubungan dengan istrinya adalah ibadah. 

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam: 

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ 

_"Engkau berhubungan dengan istrimu adalah sedekah."_

(Hadits riwayat Muslim nomor 1006)

Oleh karenanya, tatkala ada seorang yang datang menemui Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan mempunyai pikiran seperti pemikiran di A (tidak menikah) dia berkata: 

أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ

_"Aku akan meninggalkan para wanita."_

Tujuan dia supaya bisa beribadah lebih banyak. Dan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tatkala mendengar pernyataan shahābat tersebut yang ingin banyak ibadah dengan meninggalkan para wanita maka Nabi bantah. Bahkan Nabi mengatakan: 

إِنِّي لأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ

_"Sungguh aku adalah orang yang paling takut kepada Allāh di antara kalian dan juga paling bertaqwa kepada Allāh, aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan juga tidur, serta menikahi para wanita."_

Setelah itu Nabi mengatakan: 

 فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

_"Barangsiapa yang benci dengan sunnahku, maka bukan dari golonganku."_

(Hadīts Shahīh Bukhāri nomor 5063) 


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك 

والسلم عليكم ورحمة الله وبركاته

__________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh 
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia

Silakan mendaftar di : 
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q